Catatan Pinggir: Yusin dan Tenggelamnya Keadilan










Catatan Pinggir: Yusin dan Tenggelamnya Keadilan
Oleh Resa Pundarika

Aceh yang dikenal dengan julukan “Serambi Mekahdi dalam setiap pintu-pintunya telah banyak menyimpan catatan sejarah heroik dan kisah-kisahnya tersendiri; ketika sebuah kesalahan diketahui terjadi lalu kemudian segera di perbaiki, itulah yang terbaik.

Namun ketika “keadilantidak berada pada tempat yang semestinya, apakah akan dibiarkan untuk tenggelam ?

Pilo menuliskan uraiannya di dalam buku puisi itu tentang “mengapa puisi ini ada  di dalam bukunya. Ia mencoba menjabarkan kembali catatan sejarah yang tak akan bisa dihapus, tentang banyaknya yusin-yusin yang lain di dalam catatannya, berapa banyak darah mengalir, airmata, dan kekerasan yang terjadi.

Pun adanya pengharapan pada salah satu pintu lain, dibalik pintu-pintu yang lainnya,yusin-yusin yang lainnya akan kembali pulang ke kampung halamannya dengan harapan-harapan untuk selalu adanya perbaikan-perbaikan dari apa yang telah dijanjikan dahulu”.

Dan Pilo adalah salah satu dari Yusin itu, ia tidak mengangkat senjata untuk sebuah ketidakadilan, tapi ia juga tidak  membiarkan keadilan itu tenggelam. Lewat puisi-puisinya, ia mewartakan dimana kesalahan itu haruslah di perbaiki, bukan dibiarkan tenggelam karena sebenarnya sejarah dan keadilan itu tidak pernah tenggelam.



Menulislah.
Dengan menulis kalian akan memasuki babak baru di dunia sebenarnya



Catatan kecil Resa Pundarika:

Pilo aku ingin bertanya: “apakah kamu akan berhenti untuk menulis ?”

Aku  telah mengirimkan buku ini ke banyak saudaraku juga temanku karena aku tahu bahwa keadilan itu tidak tenggelam.

Berjuanglah untuk  apa yang telah kamu tuliskan, dan jangan biarkan keadilan itu tenggelam, sebab akan banyak YUSIN  yang tersenyum.